|
Sabtu, 22 Agustus 2020
Tutupnya Warteg Sebelah Kosan
Jumat, 14 Agustus 2020
Stop Buang Puntung Rokok Sembarangan
|
Kemarin malam ketika cangkruk di angkringan
langganan, ada seorang pelanggan yang syahdu dengan rokoknya. Terlihat dia
sangat menikmati setiap hisapan dari sebatang rokok filternya. Sampailah
kemudian pada momen dia menghisap dalam-dalam rokoknya dan sejenak kemudian
menghembuskan asapnya yang menyeruak ke segala arah. Saya tidak merasa terganggu dengan asapnya karena
memang hembusannya tidak mengarah mendekat ke arah saya berada. Saya hanya
termangu melihat sisa puntung rokok yang selesai dinikmatinya yang meluncur
jatuh ke batas antara trotoar dan aspal jalan raya. Begitu lepasnya dia
membuang sisa. Begitu bebasnya dia melakukan hal itu. Bersumber dari beberapa penelitian dan pengamatan
ahli sampah dan lingkungan, puntung rokok merupakan limbah yang berbahaya setara
dengan limbah pabrik. Puntung rokok juga dapat mencemari lingkungan dan pada
gilirannya akan berpengaruh pada kelestarian dan kesehatan masyarakat
terdampak. Lebih lanjut, hanya sekitar 1/3 dari puntung rokok
yang diproduksi oleh produsen rokok yang berakhir di tempat sampah. Sisanya,
sebagaimana kelanjutan dari cerita awal di tulisan ini, berakhir di jalan,
trotoar, selokan dan lokasi-lokasi lain yang tidak semestinya. Promosi dari lembaga non-profit tentang
pentingnya buang sampah pada tempatnya sudah gencar dilaksanakan. Sosialisasi
dan publikasi tentang bahaya puntung rokok bagi kelelstarian alam juga sudah
banyak didapati, namun kesadaran dan perubahan perilaku para perokok masih belum
menunjukkan perkembangan yang berarti. Salah satu alasan mengapa kebiasaan buruk
membuang puntung rokok masih terjadi adalah belum tersedianya tempat sampah
yang memadai, baik dari segi jumlah maupun peruntukan. Ketiadaan tempat
sampah dalam jarak yang terjangkau ini sangat penting mengingat para perokok sangat
besar kemungkinannya untuk tidak beranjak dari lokasi nongkrongnya hanya
untuk membuag puntung rokok. Untuk permasalahan ini, pemilik lokasi nongkrong
sebaiknya menyediakan asbak dan mengingatkan pelanggannya untuk membuang
puntung rokok di tempat yang telah disediakan. Kita juga bisa mengingatkan
teman kita yang perokok untuk mulai tertib menjaga kebersihan. Kita tidak akan bisa dalam waktu singkat mengubah
kebiasaan para perokok untuk membuang puntungnya di tempat yang seharusnya
atau sekalian berhenti merokok. Namun setidaknya, usaha kecil kita akan
memiliki dampak yang positif, apalagi jika dilakukan oleh banyak. Demi
kelestarian alam dan lingkungan, mari bergerak dan berusaha. |
Senin, 03 Agustus 2020
Lauterbrunnen: Sensasi Berada di Balik Ketinggian Air Terjun
Covid 19 dan Ketaatan Terhadap Arahan Pencegahan Penyebarannya
|
Dalam masa pandemi covid-19 ini ada banyak sisi yang
bisa diambil sebagai bahan perenungan. Sebagai
contoh, kenapa pemerintah mengambil kebijakan ini, kenapa para ahli
menyarankan hal itu, kenapa masyarakat melakukan hal yang lain lagi dan
kenapa serta mengapa yang lain. Pandemi covid ini masih berlangsung pada saat
bulan Ramadhan tiba dan hari raya Idul Fitri dirayakan oleh umat muslim di
seluruh dunia. Begitu juga umat muslim di Indonesia. Dalam suasana pembatasan
dan keterbatasan interaksi langsung antar personal, masih banyak warga dan
saudara kita yang tetap melakukan tradisi mudik sebelum Ramadhan berakhir dan
silaturahmi antar family dan tetangga serta kolega ketika bulan Syawal tiba. Kenapa pelaku mudik tersebut masih nekat? dan kenapa arahan pemerintah tidak dihiraukan. Narasi pilihan saat itu memang dibuat agak
mengerikan, nekat menjalankan tradisi namun bisa jadi untuk kali terakhir
atau menahan diri khusus untuk tahun ini agar tradisi ini tetap
lestari? Upaya sosialisasi “ancaman” ini nyatanya
tidak sepenuhnya manjur membendung arus mudik rantau-ers. Segala upaya
dilakukan termasuk menyiasati larangan mudik dengan berbagai cara. Berkaca pada fenomena tersebut, pengabaian himbauan dan larangan mudik pastilah dilandasi oleh dorongan kuat untuk bisa bertemu keluarga pada momen istimewa. Sebuah dorongan yang mampu mengalahkan ketakutan pada ancaman penyebaran virus. Di sisi lain pemerintah telah mengerahkan jajarannya dan segenap usahanya untuk membendung arus mudik ini. Namun sebagaimana dapat kita saksikan dalam pemberitaan media massa, masih terdapat arus mudik secara bergelombang dari kota-kota besar ke daerah dengan memanfaatkan celah penyekatan dan longgarnya pemeriksaan oleh petugas. Resiko yang menyertai gelombang arus mudik ini
memang merupakan sebuah ancaman yang membuat banyak pihak semakin khawatir
dengan pertambahan jumlah kasus positif covid di tanah air. Namun untungnya,
kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya terjadi. Memang terjadi kenaikan
kasus di beberapa daerah, namun setidaknya kasus tersebut masih bisa
dikendalikan. Semoga saja kekhawatiran yang tidak sepenuhnya
terjadi tersebut tidak dijadikan bahan untuk menyepelekan arahan-arahan lain dari
pemerintah tentang penanggulangan covid. Saat ini sudah banyak warga
masyarakat yang tidak lagi memakai masker, tidak seperti satu bulan lalu
ketika berita pandemi terasa mengerikan. Saat itu masyarakat terutama di
daerah perkotaan lebih taat arahan dan manjalankan protokol pencegahan. Warga
masyarakat nampaknya kini mulai berdamai bahkan bersahabat dengan wabah ini.
Semoga saja perdamaian dan persahabatan ini tidak kebablasan menjadi
pertalian, pertalian dengan penyakit dan kematian. |
Sabtu, 01 Agustus 2020
Trubsee: Pemandangan Indah Danau Istimewa di Pegunungan Alpen
|
Dalam perjalanan naik cable car antara Engelberd dan
puncak Titlis saya mendapati pemandangan sebuah danau yang lokasinya mencuri
perhatian saya. Danau ini berada di ketinggian 1.700 mdpl dan berukuran luas 30ha. Danau ini bisa diakses dengan berjalan kaki dari salah satu stasiun transit cable car yakni Trubsee. Salah satu alasan yang menjadikan danau ini istimewa adalah backgroundnya yang berupa tebing terjal pegunungan dan konfigurasi awan dan kabut yang
menyelimuti. Beberapa puncak gunung ini ada yang berupa barren rock dan ada
juga yang sebagian puncaknya tertutup salju. Danau ini juga sangat bersih dan jernih. Tidak
ada sampah yang terlihat. Clear and clean. Kebersihannya benar-benar membuat
saya kagum. Meski tidak terlihat ada aktifitas maintenance, kebersihan danau
ini masih tetap terjaga. Di sisi lain dari danau ini adalah padang rumput
luas. Banyak juga bunga-bunga berukuran kecil yang tumbuh merambat pada
sisi-sisi danau. Tetumbuhan ini menjadikan danau menjadi semakin cantik dan
indah dipandang. Tidak terlalu banyak pepohonan di sekitar danau
ini. Hal ini menjadikan pemandangan dapat dinikmati lebih luas. Walaupun
tidak banyak, pepohonan yang ada menjadikan pemandangan semakin beragam. Saat itu cuaca di danau ini lumayan kondusif.
Walau tidak sepenuhnya cerah, awan yang menutupi kawasan danau ini menjadikan
pemandangan menjadi lebih unik. Awan ini menyelimuti beberapa puncak dan terlihat
lumayan dekat. Di danau ini ada beberapa aktifitas yang bisa
dilakukan. Pertama, berjalan santai menyusuri sisi danau. Kontur sisi danau
ini naik turun dan ada jalan setapak kecil yang dibangun dari pasir kerikil.
Sensasi menyusuri jalan setapak ini akan terasa “mahal” karena tidak banyak
lokasi dengan kombinasi atraksi rekreasi selengkap dan seindah tempat ini. Aktivitas berikutnya adalah mengayun sampan. Di
danau ini terdapat beberapa sampan yang bisa disewa. Saya yakin jika bersampan
di danau yang tenang dan indah ini akan menjadi sebuah pengalaman yang tidak
akan terlupakan. Sayangnya waktu itu saya tidak punya cukup waktu untuk
melakukannya. Kegiatan berikutnya yang bisa dilakukan adalah
duduk bersantai sambil memandangi pemandangan indah. Ada beberapa kursi yang
dipasang di sisi danau dan di sisi tebing yang bisa digunakan oleh pelancong
untuk menikmati pemandangan. Ada juga aktifitas yang bisa dilakukan khususnya
untuk anda pecinta dunia fotografi. Tempat ini akan memanjakan anda dengan bermacam
spot strategis. Dan saya yakin fotografer nature dan landscape akan merasa excited
untuk hunting foto di lokasi ini. Satu hal lagi yang membuat danau ini menjadi
terasa istimewa adalah suasananya yang tenang dan sepi. Tidak banyak
pelancong yang terlihat di sekitar danau ini. Hal ini dapat dimaklumi karena
sebagian besar turis di sini akan langsung menuju ke lokasi utama puncak
titlis dan tidak mengetahui akses menuju ke danau ini. Padahal jika mau
bertanya pada petugas di lokasi transit cable car para turis ini akan
memperoleh pengalaman mengunjungi dua tempat indah dalam sehari sekaligus
yakni puncak Titlis dan danau Trubsee. Di danau ini saya merasakan pikiran dan jiwa saya
menjadi bebas dan lega. Perasaan ini muncul karena suasana yang ditawarkan
oleh danau ini memang sangat menenangkan hasil dari kombinasi danau yang
indah, tetumbuhan cantik serta udara yang sangat bersih. Untuk model
pemandangan semacam ini, saya tidak akan pernah bosan untuk menikmatinya.
Benar-benar danau yang memanjakan mata dan pikiran. |
Senin, 27 Juli 2020
Luzern, Beyond my Expectation
Swiss bagi saya merupakan negara yang penuh
dengan kejutan. Utamanya terkait dengan pemandangannya yang sangat indah. Dari
beberapa tempat yang memberikan kejutan tersebut, Luzern adalah yang kejutannya
paling menyenangkan.
Kota Luzern dalam agenda perjalanan ini adalah kota
transit untuk menuju ke Titlis. Dengan menempatkannya sebagai kota transit,
rencana awalnya kota ini akan dilewati sambil lalu setelah petualangan
Titlis selesai. Dengan begitu, saya tidak berekpspektasi terlalu tinggi terhadap kota
ini. Pengalaman pada saat menjelajahi kota Basel beberapa hari sebelumnya
membuat saya berpikir realistis bahwa tidak semua tempat menawarkan
pemandangan indah dan suasana yang menyenangkan. Namun yang terjadi justru
sebaliknya, karena ekspektasi saya tidak terlalu tinggi justru kota ini
memberikan kesan yang sangat menyenangkan. kota ini menyita perhatian saya
dengan tata lokasinya yang rapi, banyak bangunan cantik, terdapat danau yang
indah dengan latar belakang pegunungan menghijau, dan yang paling ikonik
adalah jembatan kayu di tengah danau yang mengagumkan. Berikut ini merupakan tempat-tempat yang saya kunjungi di Luzern dan sedikit catatan saya tentang lokasi-lokasi tersebut.
Luzern Old Town
Tidak jauh dari lokasi stasiun Luzern terdapat
sebuah kawasan pertokoan yang dikenal dengan Luzern old town. Kawasan ini
cukup luas dan penuh dengan tenant berbagai macam jenis barang. Mulai dari
pakaian, aksesoris perhiasan dan peralatan penunjuk waktu. Saya sangat suka
suasana di old town ini karena memadukan sisi modern dan sisi klasik pada
satu tempat. Sisi klasik diwakili oleh tampilan luar bangunan pertokoan serta
jalan berpaving khas Eropa. Adapun sisi modern diwakili oleh tenant dan gerai
pertokoan barang-barang branded yang interiornya ditata dengan apik. Satu hal
lagi yang membuat tempat ini mengesankan adalah kebersihannya yang terjaga.
Tidak terlihat sampah berserakan atau barang-barang rongsokan yang bergeletakan.
Sepi banyak toko tutup, jam bezuk sudah lewat kaka..
Bagi saya danau ini merupakan daya tarik utama wisata
di kota ini. Danau ini terlihat luas namun masih terlihat sisi seberangnya.
Pemandangan sisi seberang inilah yang sangat cantik yakni berupa perbukitan
menghijau yang puncaknya diselimuti awan serta disinari matahari senja. Bagi
saya, berada ditempat ini pada saat senja tiba adalah sebuah momen yang
sangat “mahal”. Saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pergi ke café dan
memesan makanan atau minuman untuk dapat view bagus, cukup duduk ngesot di
sisi danau ini sudah terasa sangat menyenangkan. Dan ngesot inilah yang saya
lakukan untuk waktu beberapa lama. Suhu sore itu sejuk dan menyegarkan. Adapun
cuaca pada hari itu cerah berawan mulai pagi sampai malam tiba. Cuaca ini
rupanya berpengaruh pada experience saya. Saya merasa bahwa Luzern terlihat
lebih indah dan suasana kotanya menyenangkan dibanding Basel dan Zurich.
Di sisi yang lain dari danau ini, view yang
ditawarkan tak kalah menarik. Ada gedung-gedung megah dengan arsitektur yang
menawan yang mempercantik pemandangan. Selain itu banyak pula kapal-kapal
yang bersandar di beberapa titik danau. Kapal-kapal ini menjadikan
pemandangan dan suasana danau menjadi semakin semarak. Benar-benar suasana
yang menyenangkan.
Tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi lokasi
bersejarah pada suatu kota. Saya cukup beruntung bisa mengunjungi sebuah lokasi
yang menyimpan nilai historis di kota ini yakni Lowendenkmal. Lowendenkmal
adalah monument berupa patung yang dipahat pada sebuah bukit batu. Patung ini
menggambarkan seekor singa jantan yang bersedih dan terluka.
Sebagai informasi, monument patung bersedih ini
dipahat pada tahun 1820 hingga 1821 untuk mengenang pembantaian tentara
pengawal Swiss oleh kaum revolusioner Perancis. Pembantaian ini terjadi di
Perancis ketika Swiss Guard mengawal King Louis XVI yang akan melarikan diri
keluar dari Istana Tuileries.
Pada saat saya mengunjungi lokasi ini, saya belum
mengetahui latar belakang pembuatan patung ini. Meski begitu komplek monument
ini sudah membuat saya bergidik. Pahatan
dengan detail yang tinggi menjadikan ekspresi patung singa ini memunculkan
aura kesedihan yang mendalam.
Kapellbruckke
Jika danau Luzern adalah daya tarik utama, maka
bangunan ini adalah ikon paling terkenal dari kota ini. Jembatan kayu yang
melintasi kali Reus ini menarik minat banyak sekali wisatawan untuk
melihatnya. Lokasi jembatan ini sangat strategis karena berada di dekat sisi
danau dan tidak jauh dari lokasi stasiun Luzern. Pada satu sisi titik tengah jembatan
terdapat sebuah menara kuno yang bentuknya unik. Temboknya tersusun dari
tumpukan bata kokoh dengan bentuk atap runcing.
Jembatan kayu dan menara ini sangat istimewa
karena detail bangunannya dibangun dengan memperhatikan dan menggabungkan estetika
dan fungsi. Untuk mempercantik pemandangan, di sepanjang sisi kanan dan kiri
jembatan dilengkapi dengan bunga-bunga indah. Menghabiskan senja di temppat
ini terasa sangat menyenangkan karena terdapat pemandangan ikonik, suasana
kota yang ramai pengunjung serta suhu dan cuaca yang ideal.
Gereja katolik Roma ini berlokasi tidak jauh dari
sisi Danau Luzern. Gedung gereja ini berdiri megah dengan dua menara yang
menjulang tinggi mengapit sisi depan gereja yang dilengkapi dengan sebuah jam
dinding berukuran besar. Saat yang paling berkesan bagi saya adalah ketika
dua menara gereja ini disinari matahari senja. Pemandangannya begitu
menenteramkan. Di dekat lokasi gereja ini terdapat café-café cantik dan
stand-satnd penjual souvenir seperti magnet kulkas dan kartu pos. Harga
souvenir di tempat ini relatif murah dan layak untuk dibawa sebagai
oleh-oleh.
Kota Luzern bagi saya merupakan kota dengan panorama
wisata yang lengkap. Ada danau yang sangat indah, bangunan-bangunan klasik
yang mempesona serta kawasan perbelanjaan yang lengkap. Suasana kota ini juga
nyaman dan terkesan santai. Jarak antar tempat wisata juga tidak terlalu jauh
dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Dengan pesona yang ditawarkan serta sarana
pendukung yang lengkap, saya sangat merekomendasikan bagi anda yang mau
berkunjung ke Swiss untuk memasukkan kota ini dalam agenda tujuan wisata.
|
Zurich: Perubahan Suasana Hati Mengikuti Perubahan Cuaca
Tidak salah jika Swiss menjadi tujuan utama
wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk menikmati keindahan alamnya yang
luar biasa. Segala sarana dan prasarana untuk menunjang kemudahan turis dalam
berkunjung ke Swiss terlihat digarap dengan serius. Mulai dari transportasi,
akomodasi hingga jasa-jasa lain tersedia dan dalam kondisi yang sangat layak.
Salah satu kota yang menunjukkan betapa Swiss
sangat serius menggarap wisata sebagai daya tarik utama adalah Zurich. Kota
ini mempunyai banyak sekali lokasi tujuan wisata. Karena itu, di kota ini,
jalur transportasi diatur secara rapi dan dengan jumlah yang memadai. Sebagai contoh, terdapat jalur tram dan bus kota berbagai jurusan bahkan hingga ke suburban. Setidaknya
hal itu yang kesan yang saya dapat selama satu hari penuh explore kota ini.
Saya datang ke kota ini dari Basel pada pagi hari
waktu setempat. Saya langsung terkesan dengan pemandangan Stasiun Zurich yang
sangat luas dan megah. Stasiun ini terlihat jauh lebih modern dibanding dengan
stasiun Basel. Selaian itu, suasana stasiun ini sangat ramai baik oleh penumpang maupun orang
yang beraktifitas di stasiun ini.
Berbeda dengan kesan saya pada saat berada di
stasiun, kota Zurich pagi itu menyambut dengan gerimis berkepanjangan. Saya
merasa agak kurang beruntung saat itu. Suasana pagi itu agak muram, dingin,
lapar, gerimis dan langit gelap. Kombinasi yang pas yang bisa membuat rencana
hari itu berantakan.
Saya kemudian menyingkir sebentar sambil menikmati sarapan di toko
fastfood setempat sambil berharap cuaca segera membaik. Namun sayang, harapan
tinggal harapan, hujan tidak kunjung berhenti. Sayapun akhirnya nekat
menembus hujan. Tujuan awal di Zurich adalah University of Zurich. Untuk
mencapai lokasi ini harus menaiki bukit yang cukup terjal dengan berjalan
kaki. Sebenarnya ada kereta yang melayani penumpang ke kampus, namun hari itu
kereta dimaksud sedang tidak beroperasi.
Gedung utama kampus ini terlihat begitu megah. Di
depan gedung ini terdapat sebuah lahan lapang yang sangat luas. Dari area lapang kampus ini dapat dinikmati pemandangan kota Zurich dari
ketinggian. Sampai saat itu cuaca masih mendung dan gerimis. Dalam kondisi
seperti ini pemandangan kota Zurich bagi saya menjadi kurang menarik.
Selepas mengunjungi kampus, saya kemudian
melewati jembatan menuju ke Lindelof, di sisi seberang Linmat yang saya
anggap sebagai kanal Zurich. Tempat Ini merupakan salah satu spot yang
berlokasi di ketinggian bukit yang menawarkan view yang bagus dan strategis.
Dari sini Linmat terlihat sangat jernih dan sesekali dapat disaksikan kapal
wisata melintasi danau.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju ke dermaga
danau Zurich. Perjalanan menyusuri sudut-sudut kota ini membuat saya sangat
bersyukur karena jalanan kecil yang saya lalui terasa “Eropa banget”. Jalan ini
disusun dari paving yang khas dan rapi serta tidak terlalu lebar. Ada kawasan pertokoan
di sisinya, café-café yang cantik, serta gedung-gedung berarsitektur unik. Untungnya
cuaca saat itu mulai cerah walau masih berawan. Kondisi ini lebih baik untuk
menikmati Zurich lebih lanjut.
Setelah beberapa lama saya sampai di dermaga
Zurich. Danau ini sangat luas dengan view pegunungan di sisi kanan dan
gedung-gedung di sisi kiri danau. Ada banyak burung-burung yang berkeliaran
bebas di pinggiran danau ini. Suasana saat itu di tepi danau ini sangat menenteramkan.
Cuaca saat itu tidak terlalu gelap dan suhunya saya rasakan nyaman tidak
terlalu dingin. Di sekitaran dermaga ini juga terlihat banyak sekali wisatawan. Ada yang
sekedar melihat-lihat dan ada juga yang bersiap menyusuri danau Zurich
menggunakan kapal feri.
Pada saat jam makan siang, saya kembali ke arah stasiun Zurich. Dari
stasiun ini saya lanjut ke lanjut ke Taman Platzspitz. Lokasi ini merupakan sebuah taman di Zurich yang terletak di sebelah Museum Nasional Swiss. Taman ini berukuran cukup luas,
super bersih dan rapi. Taman ini termasuk istimewa karena diapit dua aliran
sungai yang berasal dari Danau Zurich. Pada musim summer, bunga tidak banyak
terlihat dan dedaunan pada pohon didominasi warna hijau. Which is biasa only. Di taman ini, saya berjalan kaki di antara pepohonan menghijau sampai ke ujung taman dan kembali lagi sambil menyusuri sisi
sungai.
Dari lokasi taman ini, saya kembali ke danau Zurich
namun kali ini ke sisi yang berbeda, lebih mendekat ke arah air mancur.
Karena lokasinya cukup jauh, saya menggunakan moda transportasi tram untuk
menuju ke stasiun yang paling dekat dengan air terjun ini. Dari stasiun ini
saya lanjut dengan jalan kaki ke lokasi dan sempat melewati museum FIFA serta
gedung-gedung cantik lain.
Sebelum sampai ke lokasi yang saya tuju, saya
sempat melewati Arboretum Zurich yakni taman dan areal hijau yang luas. Lokasinya beradda di sisi danau Zurich. Penataan arboretum ini sangat cantik dan bersih. Sungguh beruntung warga kota ini karena
bisa menikmati pemandangan seperti ini gratis setiap saat mereka mau.
Petang itu, air mancur danau Zurich menjadi tempat
saya nongkrong untuk waktu yang lumayan lama. Di tempat ini air terjun ini memberikan
atraksi yang memukau background view kota Zurich dari sisi seberang. Suasana
semakin lama semakin gelap, namun air mancur Zurich justru semakin seru
beratraksi. Konfigurasi air mancur bervariasi ini ditambah dengan pencahayaan
yang semakin menambah seru pemandangan malam itu. Menyaksikan senja sambil
menikmati suasana yang menenangkan di Zurich adalah suatu memori yang tidak
akan mudah terlupakan.
Zurich adalah contoh dimana suatu petualangan
diawali dengan hari yang murung dan berakhir dengan sangat mengesankan. Dimulai
dengan cuaca hujan dan diakhiri dengan perasaan puas karena telah menjelajah
begitu banyak lokasi dalam sehari. Begitupun hidup, kadang di awal proses,
ada perasaan ragu dan enggan yang melanda. Namun seiring dengan berjalannya waktu
dan semakin kuatnya tekat, mungkin saja endingnya akan sesuai dengan yang
kita harapkan. Just don’t give up too soon.
|
Penuh Rasa Syukur di Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Alhamdulillah, Maha Besar Allah dengan segala kuasanya. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa secara langsung menunaika...
-
Saya cukup gembira melihat bahwa kini masyarakat pedesaan bisa memanfaatkan peluang bisnis di daerahnya sendiri. Salah satu model peluan...
-
Sulawesi Tenggara menyimpan banyak lokasi wisata yang masih belum dieksplorasi oleh para pencinta alam. Salah satunya adalah Pulau Laben...
-
Sejak duduk di bangku sekolah tingkat dasar, aku telah tertarik dengan dunia sejarah. Dengan mempelajari sejarah aku dapat membayangkan kej...









































