Minggu, 15 November 2020

Roland Juno Di: My First Synthesizer

Salah satu hobi saya adalah bermain musik. Adapun alat musik yang lumayan saya kuasai adalah Keyboard atau piano. Karena hobi, saya rela menabung lumayan banyak untuk membeli alat musik ini, karena dari sisi harga, alat musik ini memang relatif mahal jika dibandingkan dengan gitar misalnya.

Roland Juno Di

Keyboard pertama yang saya beli adalah Roland Juno Di. Saya membelinya pada tahun 2011 ketika saya masih bertugas di Kendari Sulawesi Tenggara. Dengan bantuan teman yang punya relasi toko musik, saya membeli keyboard ini lengkap dengan pedal, stand dan kabel jack-to jack dengan harga 6 juta rupiah plus ongkir dari Solo, lokasi toko penjual berada.
Sejak 2011

Saya membeli keyboard ini setelah melakukan survey dan perbandingan lumayan lama. Ada banyak sumber yang saya gunakan untuk melakukan survey tersebut utamanya youtube. Satu hal yang saya kurang teliti sebelum membeli keyboard ini adalah keyboard ini adalah synthesizer yang lebih cocok dipakai di atas panggung. Segmen dari synthesizer adalah musisi profesional atau musisi dengan mobilitas tinggi dari panggung ke panggung. Karena segmen yang demikian, saya sempat menyesal ketika barang ini pertama kali tiba dan saya coba.

Suara pianonya di luar ekspektasi saya, kurang mellow kalo saya bilang. Selain itu dalam pendapat saya, suara pianonya sangat jauh dari suara asli piano, kesan elektroniknya sangat terasa. Berikutnya yang menjadikan saya lumayan kecewa adalah suara string. Dari sekian banyak suara string yang tersedia, tidak ada yang benar-benar menjadi favorit saya. Selain itu, tipikal tutsnya juga tidak selembut model Yamaha PSR yang sudah saya kenal, lebih keras dan saya tidak nyaman dengan tuts model seperti ini.

Tuts yang Tangguh

Selama beberapa tahun saya sempat menyesal membeli keyboard ini sampai akhirnya saya berkesempatan menggunakan ampli keyboard Roland KC 550. Perpaduan sesama produk Roland ini membuat karakter dan keunggulan Roland Juno Di muncul. Sebagai informasi, Roland Juno Di tidak dilengkapi dengan speaker bawaan. Saya baru menyadari bahwa keyboard ini tangguh dan istimewa. Jenis suara yang ada didalamnya mempunyai karakteristik tersendiri yang sangat Roland. Saya semakin kagum dengan Roland Juno Di ini saat mendengarkan suaranya dengan menggunakan Audio Technica ATH M-40X. Saya selama ini memang salah memadukan keyboard ini dengan perangkat suara yang tidak layak sanding. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai memilih ampli yang tepat dan layak untuk mendengarkan mantapnya keyboard ini.

Suara-Suara yang Khas dan Jernih

Sampai saat ini keyboard ini masih menjadi andalan saya ketika manggung atau melatih skill, karena tutsnya tahan pukul. Saya juga menggunakan keyboard ini untuk explore suara-suara unik, karena ciri khas dan kekuatan synthesizer memang ada pada segi tersebut.

Ketika Laptop Incaran Saya Raib dari Pasaran

Bulan ini saya sedang hunting laptop untuk menggantikan laptop saya yang sudah mulai bermasalah baterai dan keyboardnya. Selain dua masalah tersebut, laptop saya memang sudah waktunya di-regenerasi karena saya membutuhkan prosesor yang lebih kuat dan tahan lama.

Setelah melalui survey dan browsing, saya telah menemukan merk dan spek yang saya inginkan. Secara kemampuan dan penampilan serta dari sisi harga, laptop ini sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya. Namun yang menjadi kendala, ketika saya memesan barang dimaksud, ternyata barang tersebut sedang kosong alias out of market. Saya beralih ke toko-toko online lain dan menanyakan stock laptop dimaksud. Sebagaimana respon pada penjual online pertama, barang yang saya cari ini sedang out of stock juga. Karena penasaran, saya pun menanyakan perihal stock barang yang kosong ini ke situs resmi produk ini melalui email. Tidak lama setelah saya kirim email, saya pun mendapatkan respon yang menegaskan bahwa produk yang saya cari masih ada di pasar dan tidak sedang dis-continued alias stop produksi. Selanjutnya dalam respon tersebut ditambahkan pula link pembelian produk yang terhubung ke situs penjualan online terkemuka. Dari respon tersebut, sayapun searching ke link pembelian produk. Hasilnya, podo wae, karena penjual online pada gak punya stock. Karena laptop saya masih sanggup bertugas, saya pun mengurungkan niat untuk buru-buru beli produk ini.

Yang bikin saya sebel adalah, sudah tau barangnya kosong kenapa etalase barang toko-toko onlinenya gak diilangin aja. Bikin calon pembeli jadi kecewa. Mungkin biar karena kelihatan kalo tokonya laris dan menambah pamor tokonya? Entahlah. Yang jelas hal ini bikin saya jadi nyinyir ke beberapa toko online dengan menulis komen semacam ini, “kalo harganya sudah naik jadi sekian juta, tolong hubungi saya ya gan”.

Dalam pengamatan dan analisa saya yang hanya berdasarkan kira-kira, saya mereka-reka kenapa barang/produk incaran saya lenyap di pasaran.

  1. Permainan harga: Karena spek dan performa barangnya sangat bagus serta harga yang kompetitif, tentunya banyak calon pembeli yang kepincut. Rumusnyaadalah, jika permintaan cukup tinggi sedangkan stock tinggal sedikit, maka harga akan melambung. Calon pembeli yang mengetahui kualitas barang tentunya tidak akan merasa rugi jika ada kenaikan harga asalkan barang yang diincar bisa diperoleh.
  2. Harga ditahan supaya harga melambung: Asumsi ini masih berkaitan dengan poin di atas. Dengan motif mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, maka barang incaran tersebut ditahan sampai pada titik paling menguntungkan. Semakin penasaran calon pembeli maka akan semakin tidak sabar menunggu barang tersebut didapatkan. Dan pada saatnya harganya sudah melambung, baru barang tersebut dirilis. Memang ada resiko besar jika strategi ini dilakukan, yakni ketika ada produk baru yang lebih baru dan lebih baik yang dirilis.
  3. Menjual stok lama yang masih tersedia: Poin ini berkaitan dengan poin ke-2. Ini adalah jalan keluar jika ada produk baru yang muncul. Caranya, menahan stock produk baru dan mengeluarkan promo untuk produk-produk lama yang masih tersedia. Saya melihat strategi ini dilakukan oleh salah satu toko online. Dengan alasan stock barang yang saya cari sedang kosong, toko ini menawarkan produk lama yang tak kalah bagus dengan harga yang tidak jauh berbeda. Katanya. Ketika saya perdalam lagi, barang lama ini kalah spesifikasi serta tampilannya.
  4. Menjual barang yang lebih mahal: Ketika suatu pabrikan merilis suatu produk unggulan, utamanya produk elektronik, aka nada beberapa varian yang dirilis yang berbeda dari sisi spek maupun kualitas. Produk yang secara spek lebih tinggi tentu saja harganya lebih mahal. Dan karena lebih mahal, bias jadi keuntunngannya lebih tinggi bagi dealer atau seller. Untuk para peminat produk tersebut yang tidak terlalu memerlukan spesifikasi mumpuni akan menjatuhkan pilihan ke varian yang murah. Namun karena varian yang dimaksud tidak ada di pasaran, peminat seakan dipaksa untuk memilih varian yang lebih tinggi yang melebihi kebutuhan yang diperlukan.

Kembali ke beberapa tahun lalu, yakni ketika ada perang produk handphone antara Asus Max Pro M1 vs Xiaomi Redmi Note 5, saya yang saat itu sedang hunting HP baru tentu saja senang. Saya berasumsi bahwa perang produk ini akan berlanjut pada perang harga. Namun harapan saya tidak terwujud. Yang terjadi kemudian adalah raibnya barang ini dari pasaran atau justru adanya lonjakan harga yang cukup signifikan dari harga jual resmi yang direkomendasikan oleh vendor. Karena saya butuh segera ganti handphone dan saya tidak mau mengeluarkan dana untuk barang yang harganya dilambungkan, maka saya membeli seri lain yang secara spek tidak kalah dengan barang yang saya incar namun dengan harga yang wajar.

Selain beberapa poin di atas, saya melihat ada beberapa sebab kenapa barang-barang elektronik yang sedang booming ini tiba-tiba raib. Pertama: karena jasa Reviewer produk. Para reviewer ini, entah bekerja sama atau tidak dengan vendor atau tidak, dapat menjadi alasan pendorong seseorang untuk membeli barang yang direview. Apalagi jika dalam reviewnya dibumbui kalimat promosi “produk ini luar biasa”, “lebih murah dari seharusnya”, dan “cepat beli sebelum ghoib”. Kalo banyak peminatnya, dikeep aja dulu barangnya, siapa tahu bias dinaikkan harganya dan semakin tinggi keuntungannya. Kedua: Diborong instansi yang kebingungan merealisasikan anggaran. Dalam masa pandemik seperti ini, realisasi anggaran terutama untuk perjalanan tugas luar daerah dan agenda-agenda lain akan tersendat. Agar anggaran dapat direalisasikan, salah satu jalan keluarnya adalah dengan pengalihan anggaran untuk membeli barang pendukung produksi atau kegiatan. Kalau instansi memborong barang/produk, ya dijamin segera ilang produknya di pasaran.

Demikian catatan uneg-uneg saya yang batal beli laptop baru karena barangnya ghoib. Semoga tahun depan sudah ready lagi.

 

Selasa, 13 Oktober 2020

Es Krim Ragusa, Penawar Dahaga di Tengah Panasnya Jakarta

Siang hari pada akhir bulan Agustus kali ini, suhu udara di Jakarta terasa sangat panas sekali. Matahari bersinar terik menyengat. Tidak banyak rangkaian awan yang menghalangi sinarnya. Dalam kondisi yang panas dan gerah seperti ini, sajian es krim akan menghapus dahaga sekaligus mewarnai hari agar tidak hanya diisi gerutu dari panasnya udara.

Toko Es Krim Ragusa di Bilangan Gambir Jakarta

Ada beberapa lokasi di Jakarta yang menyajikan sajian es krim homemade. Salah satunya adalah es krim Ragusa. Lokasi toko es krim ini terletak di jalan Veteran I Nomor 10 Jakarta, tidak jauh dari Istana Presiden dan dekat dengan masjid kebanggaan Indonesia, Masjid Istiqlal.

Menikmati Jakarta dalam Suasana yang Berbeda

Toko es krim Ragusa merupakan toko yang tampilannya unik karena mempertahankan nuansa jaman dulu. Mulai dari tampilan pintu toko, ornamen dan gambar hiasan dinding, serta interior didalamnya yang mempertahankan tampilan lawasnya. Selain itu ada beberapa barang yang menambah kesan dan suasana jadul di toko ini antara lain kursi rotan yang masih terawat baik, mesin kasir kuno yang antik, serta mesin-mesin pembuat es krim berukuran besar.

Mesin Kasir Jadul yang Kini Hanya Menjadi Ornamen

Sebagai toko es krim yang legendaris di Jakarta, es krim yang disajikan di toko ini mempunyai keistimewaan pada banyaknya pilihan yang ditawarkan masing-masing dengan rasanya yang sangat nikmat. Infonya, resep olahan es krim pada toko ini merupakakan resep asli dari Italia yang dibawa oleh pendiri toko es krim ini yakni keluarga Ragusa. Selain itu keistimewaan es krim di tempat ini adalah sajian es krim di toko ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Tentunya hal ini bisa mengurangi kekhawatiran para pelanggan setianya dari ancaman gangguan kesehatan karena bahan pengawet pada makanan.

Pilihan Menu Es Krim di Ragusa

Dari sekian banyak pilihan es krim pada daftar menu, saya memilih banana split untuk saya nikmati. Saya memilih es krim ini karena memang menu ini yang familier di benak saya dibanding nama-nama menu lainnya. Untuk urusan harga, menu es krim di tempat ini relatif terjangkau dibanding dengan reputasi dan popularitasnya yang melegenda.

Daftar Harga Es Krim Ragusa

Setelah antri memesan dan membayar, saya menunggu beberapa saat untuk dapat menikmati es krim yang saya pilih. Banana split yang saya nikmati pada saat itu memang luar biasa nikmat, terdiri dari tiga rasa es krim ditambah dengan guyuran coklat dan taburan remahan kacang. Manisnya pas dan pisangnya matang sempurna. Bagi saya banana split atau menu yang lain dari toko ini adalah sajian kenikmatan es krim yang sangat tepat dinikmati ditengah panasnya cuaca siang di Ibukota. Pantas jika toko es krim dengan tampilan jadul ini begitu populer.

Banana Split Istimewa dari Ragusa

Siang itu antrian pengunjung relatif banyak, namun durasi antrian tidak terlalu lama karena kasir dan penyaji es krim begitu cekatan. Karena masih dalam masa pencegahan penyebaran Covid-19, toko ini juga menerapkan physical distancing dimana antrian pelanggan diatur sedemikian rupa dan tidak ada meja yang bisa dipakai oleh pelanggan. Untungnya saat itu saya masih bisa menikmati sajian es krim di dalam toko. Walaupun tidak kebagian tempat duduk, pelanggan masih bisa menikmati es krim di luar, tepatnya di sisi sungai di depan toko. Sayangnya pemandangan sungai ini tidak menarik karena kotor dan lumayan berbau. Saya tidak menyarankan untuk menikmati es krim ini di dalam mobil atau dibungkus untuk dinikmati di rumah. Takutnya es krimnya mencair dan mengotori mobil atau sudah tidak karuan bentuknya ketika sudah sampai di rumah.

Antri Dulu

Demikian sedikit catatan saya tentang toko es krim Ragusa dan sajiannya yang istimewa. Saya merekomendasikan tempat ini bagi anda pencinta es krim yang tidak hanya ingin menikmati sajian es krim namun sekaligus suasana unik di tengah-tengah Ibukota. Pun demikian dengan saya, jika ada kesempatan, saya akan mencoba rasa baru sambil menikmati suasana di toko es krim nikmat dengan resep asli Italia ini.


 

Senin, 12 Oktober 2020

Belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare: Throwback

 

Kampung Inggris Pare Kediri merupakan salah satu lokasi yang sangat berkesan untuk saya. Di kota ini saya berkesempatan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris saya yang di kemudian hari sangat berguna baik bagi karir maupun masa depan saya. Berikut ini merupkan sedikit catatan dan kenangan saya saat kursus Bahasa Inggris di Pare pada pertengahan April sampai Agustus 2008. 


Kelas Basic Grammar I Mahesa April 2008

Saya membulatkan tekad untuk “bertapa” di Pare setelah saya gagal dalam beberapa kali ujian masuk perusahaan atau instansi. Saya berfikir bahwa kemampuan Bahasa Inggris saya masih sangat kurang sedangkan tes masuk ke dunia kerja banyak diukur dari kemampuan Bahasa Inggris calon pegawai yang akan direkrut. Dari tekad tersebut saya berangkat ke Pare hanya berbekal sedikit informasi tentang tempat kursus, durasi serta biaya yang dibutuhkan.

Masa-masa kursus di Kampung Inggris Pare adalah salah satu periode yang paling menyenangkan. Saya tidak merasa dikejar tuntutan untuk segera dapat kerja. Saya merasa bebas di sini, benar-benar bebas tanpa beban pikiran. Bahkan saya tidak merasa perlu berkompetisi dengan sesama peserta kursus untuk membuktikan siapa yang terbaik. Dengan tiadanya beban tersebut saya merasa damai. Saya bisa menikmati setiap waktu dengan santai, tidak diburu-buru oleh suatu apapun. Di kota ini pula saya merasakan waktu berjalan dengan begitu lambat. Saya juga merasa bebas. Tidak ada target yang saya tetapkan. Tidak ada pula keharusan untuk mencapai level tertentu dalam kursus ini. Saya juga terikat dengan siapapun untuk menentukan lamanya waktu kursus ini.

Pada awalnya saya tidak menargetkan berapa lama akan menempuh pendidikan di kota ini. Pun saya juga tidak terlalu ambil pusing tentang lokasi kursusnya, karena saya berfikir bahwa keberhasilan pendidikan dan usaha kita, diri kita sendiri yang menentukan. Syukurlah ada teman dari kampung yang kebetulan berada di Pare. Dari informasinya saya kemudian mendaftar ke Mahesa, lembaga kursus yang termasuk “senior” dengan fasilitas dan kualitas yang bagus. 


Penghuni Asrama Mahesa Juli 2008

Berikut ini adalah lembaga kursus yang pernah menjadi lokasi saya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya.

Mahesa: Lembaga kursus ini merupakan lembaga yang paling dominan untuk saya. Sebagian besar waktu kursus saya habiskan di lembaga ini. Saya belajar di lembaga ini pada dua bulan pertama dan bulan terakhir selama empat bulan di Pare. Pada dua bulan pertama, saya belajar tentang dasar-dasar grammar Bahasa Inggris. Pada masa itu, saya merefresh dan memperdalam kemampuan tata Bahasa Inggris secara mendasar dan menyeluruh dengan berbagai macam contoh. Tutor dan materi yang diberikan sangat membantu bagi para pelajar. Namun tetap hal itu bergantung pada niat dari peserta kursus, jika belajar dengan sungguh-sungguh, maka hasilnya akan bagus. Adapun bulan ke-empat atau terakhir di Mahesa, saya fokus pada pelaksanaan ujicoba tes TOEFL dan pembahasan soal-soalnya. Dengan banyak berlatih dan ujicoba sedikit banyak kemampuan untuk mengerjakan soal TOEFL akan semakin meningkat. 

Suasana Santai Dalam Belajar

Selain kursus di Mahesa, saya juga tinggal di asrama Mahesa. Asrama ini cukup nyaman, satu kamar ada yang untuk dua penghuni maupun untuk 4 penghuni, tergantung ukurannya. Kamar mandinya terbatas namun masih bisa menampung kebutuhan semua penghuninya. Keuntungan tinggal di asrama adalah, selain biaya bulanan sangat murah, setiap malam para penghuni mendapat fasilitas tambahan berupa program malam selama satu jam. Dalam program tambahan ini, para penghuni belajar untuk pidato, diskusi, maupun refresh pelajaran kursus. Program tambahan ini sangat bermanfaat untuk semakin mempererat keakraban para penghuni yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. 

Program Malam di Asrama Mahesa

Sesi Program Asrama di Tugu Pare

Morning Program Bareng Penghuni Asrama Putri

The Daffodils: di lembaga kursus ini saya meningkatkan kemampuan dalam bidang pronunciation atau pengucapan Bahasa Inggris baik American Style maupun British Style. Selain itu, di lembaga kursus ini saya juga meningkatkan kemampuan listening dengan mempelajari sebuah lagu untuk kemudian menuliskan syair-syairnya. Praktek ini sangat membantu pelajar untuk memahami berbagai macam pengucapan kata atau kalimat pada Bahasa Asing. Pengajar di the Daffodils ini menurut saya sangat interaktif dan mampu menyampaikan materi dengan sangat baik. Selain itu para peserta juga antusias dengan caranya mengajar.


Masih Bisa "Ngebeng"

Elfast: Saya mengambil kursus di lembaga ini pada bulan ketiga di Pare. Fokus pendidikan di lembaga ini adalah meningkatkan nilai TOEFL. Saya merasa di bulan ketiga dan di lembaga inilah kemampuan Bahasa Inggris saya meningkat dengan sangat pesat. Saya dapat memahami trik-trik jebakan soal TOEFL sekaligus memilah jenis-jenis kedudukan kata dalam kalimat, baik sebagai subyek, obyek, dan verb. Selain itu, fokus pembelajaran di tempat ini berpusat pada pemmahaman tentang kalimat majemuk, dimana jenis kalimat ini seringkali menjebak peserta tes TOEFL. 

Setelah Penutupan Sesi Kursus di Elfast

SMART: Karena saking banyaknya pelajar yang mendaftar di tempat ini, penyelenggara pendidikan di lembaga ini sampai harus menambah jam kursus pagi sekali. Pukul 5.30 pagi. Saya mengambil kursus di tempat ini untuk meningkatkan kemampuan membedah kalimat dalam Bahasa Inggris. Pengajar di tempat ini saya akui kemampuannya. Walaupun masih muda namun luar biasa kemampuan Bahasa Inggrisnya. Yang saya salut juga adalah semangat dari para peserta kursus yang ikut kelas super pagi ini karena tidak banyak peserta yang telat dalam mengikuti penyampaian materi. Di sisi lain saya juga merasa bahwa pendidikan di waktu sepagi itu sangat bermanfaat karena otak masih fresh, asalkan malam sebelumnya tidak telat tidur.

Ada banyak kenangan istimewa dari masa belajar di Kampung Inggris Pare. Pertama biaya makan dan biaya hidup yang sangat murah. Harga makanan di kawasan Pare sangat murah. Dengan biaya yang relatif mepet, kita masih bisa survive dalam beberapa hari. Memang ada berbagai macam pilihan dan harga makanan, namun semahal-mahalnya harga makanan di Pare, masih jauh lebih murah dibanding dengan kota-kota lain. Adapun makanan favorit saya adalah nasi pecel telur yang harganya hanya Rp1.500 per porsi.


Gak Perlu Kuatir Kantong Jebol
Kedua, bersepeda kemana saja. Dalam kawasan yang relatif tidak terlalu luas, sarana transportasi sepeda yang bisa diandalkan adalah sepeda. Lokasi belanja, wisata kolam renang, pasar rakyat, dan lokasi kursus dapat ddengan mudah diakses dengan sepeda. Di Pare saya mendapat lungsuran sepeda dari teman kampong yang menyelesaikan pendidikan lebih awal. Dengan sepeda model mini itu saya menjelajahi sudut-sudut kampung Inggris. Sebagai tambahan informasi, peserta kursus tidak harus beli sepeda, ada juga persewaan sepeda yang harganya lumayan murah.

Bersepeda Everywhere

Ketiga, Teman dan cerita dari berbagai daerah. Ada banyak teman yang datang dan pergi silih berganti. Ada teman dari Kalimantan Selatan, Fahrur, yang punya penyakit asma namun masih bandel merokok. Ada Aam dari Bojonegoro yang solider dan ceria. Ada juga Fajar, alumnus UMM Malang yang berasal dari Tulungagung yang pembawaannya santai dan cool. Berikutnya ada Mujahid, pelajar dari Sumatera yang sangat religious, cerdas dan sopan. Paling seru tentu saja si Omi dari Timor Leste. Bocah keling ini merupakan penghuni Asrama Mahesa yang sangat unik dan banyak membuat cerita konyol dan lucu. 


Diakhiri Dengan Perpisahan
Tentunya masih banyak teman dan kisah-kisah lainnya, namun tidak mungkin bisa saya rinci satu persatu dalam blog singkat ini. Satu yang pasti, sebagaimana saya sebutkan di bagian awal catatan ini, Pare memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya, yakni kesan tentang kebebasan, kedamaian dan masa-masa yang menyenangkan dalam penggalan kisah hidup saya.

Minggu, 11 Oktober 2020

Kenangan Tentangmu by LM


Judul Lagu: Kenangan Tentangmu (Kentang) by LM
Song: LM
Lyric: LM
Video: LM

Software: Cooledit Pro, Video Editor.
Hardware: HP Pavilion 14, Korg PA700 Indonesia Version, Kawai ES110, Behringer Xenyx Q5002USB, dan Tuffwave BM800.

Syair:
Indahnya hari hari
Saat bersamamu
Sehingga ku berangan tuk dapat memiliki
Senyum manis menawan 
Dan penuh canda tawa
Meski terkadang manja
Itu yang dinantikan

Tak pernah dan tak akan aku sesali
Semua yang pernah kulakukan
Saat bersamamu
Walaupun kita kini 
Tiada lagi bersamamu
Inilah yang terbaik untuk kita berdua

Semoga ku bisa melupakan semua
Kenangan tentangmu
Yang dulu kudambakan
Tak harus kupaksakan
Atau kan menyakitkan
Tuk melupakan semua
Kenangan Bersamamu

______________________________________________________________
Lagu ini terkarang di Nottingham tahun 2017. 


Kamis, 03 September 2020

Sanggupkah Aku by LM

Lagu ini terinspirasi dari momen2 saat saya masih kursus bahasa Inggris di Pare Kediri tahun 2008 silam. Momen tersebut adalah ketika perhatian saya banyak tersita pada seorang wanita. Sayangnya tidak ada kelanjutan yang menggembirakan dari ketertarikan ini. Meski demikian, setahun setelahnya saya bisa mengabadikan momen ketika saya jatuh hati ini ke dalam sebuah lagu.
Lagu ini sempat saya usulkan untuk direkam bersama band saya, Unow. Namun karena konsepnya tidak masuk genre-nya Unow, terpaksa lagu ini dikesampingkan.
Lagu ini saya rekam menggunakan PC jadul dengan peralatan sound seadanya dan kibord setia Yamaha PSR550 pada tahun 2009. 
Adapun take vokal saya ulang lagi bulan Agustus 2020 di kosan.
Untuk Video, kebetulan pas kuliah di Nottingham saya sempat take video yang bisa dijadikan klip. 
Selanjutnya silakan mantengin karya saya. Kritik, saran, bantuan editing dan pemasaran akan diterima dengan tangan terbuka.



Sabtu, 22 Agustus 2020

Tutupnya Warteg Sebelah Kosan

 
Warteg Terdekat Kini Tutup

Pagi ini warung makanan (yang lebih popular dengan sebutan warteg, walaupun orangnya dari Pemalang) di dekat kosan saya tutup. Pemilik usaha warteg tersebut pindahan ke Karawang, salah satu kabupaten di Jawa Barat yang berlokasi di sebelah timur Bekasi. Tutupnya warung ini berimbas pada saya yang harus keluar lebih jauh untuk mencari makanan. Memang warung ini tidak menjadi langganan tetap saya, namun warung ini lumayan bisa diandalkan jika saya sedang malas mencari makan di lokasi lain.

Pemilik warung ini adalah pasangan suami istri dengan satu anak kecil yang masih trantanan*. Dari tulisan di tembok warungnya, pasangan ini berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Kemudian dari nama warungnya, Tiga Putri, saya menaksir jika adik kecil anak pasangan ini merupakan anak yang ketiga. Kemungkinan dia mempunyai dua orang kakak yang masih tinggal di Pemalang.

Bertiga, mereka hidup dan menjalankan usaha di sebuah warung berukuran sempit. Dalam kontrakan berukuran sempit ini sudah include, etalase makanan, meja kecil dan dua buah kursi makan, kompor serta peralatan masak, kamar mandi dan ruang tidur. Karena ukurannya yang sempit, tidak banyak pelanggan yang akan menikmati makanan di dalam warung tersebut. Kebanyakan dari mereka membungkus makanan dan memakannya di kediaman masing-masing, seperti saya yang lebih memilih untuk makan di kosan.

Karena menjadi pelanggan yang kesetiaannya diragukan, saya lumayan merasa kehilangan atas eksistensi warung ini. Walaupun tidak istimewa, rasa masakan di warung ini masih masuk kategori enak di lidah saya. Selain itu harga makanan di warung ini adalah yang paling murah dibanding warung-warung di sekitarnya. Enak, dekat, murah, gabungan faktor penentu yang berkombinasi menjadi alasan saya untuk sering membeli makanan di warung ini.

Saya belum sempat berdiskusi jauh dengan pasangan pemilik warteg ini, mengenai alasan kepindahan mereka ke Karawang. Saya jadi mengira-ngira tentang kemungkinan yang menjadi alasan mereka pindahan. Pertama, lokasi yang kurang strategis. Warteg ini tidak berada di kawasan pemukiman padat atau kawasan kos-kosan. Kebanyakan rumah di daerah sini adalah rumah  berukuran relatif luas dengan pagar tinggi. Kawasan seperti ini bagi saya tidak ideal untuk marketing warteg. Kedua, banyak saingan. Pada sekitar bulan Januari, di ujung gang kosan saya ada sebuah warteg yang baru dibuka. Tampilan warung ini lumayan bersih dan sajian yang ada di etalasenya juga lebih variatif. Ketika saya melewati warteg baru ini hampir selalu terlihat ada pelanggan yang sedang menikmati hidangan yang disajikan. Warung baru ini menambah persaingan antar warteg menjadi lebih ketat karena dalam radius 100 meter ada empat warteg yang buka layanan. Ketiga, waktu kontrak sudah habis dan harga kontrakannya relatif mahal. Kemungkinan ini sangat mungkin terjadi karena harga sewa bangunan atau kontrak di Jakarta memang terkenal mahal. Dengan ongkos produksi yang tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh, maka keputusan yang lebih realistis adalah mencari lahan jualan baru yang mempunyai potensi lebih baik.

Kondisi pemilik warteg di atas adalah salah satu contoh betapa Jakarta merupakan kota yang keras. Tidak semua orang sanggup bertahan atas kerasnya kondisi dan persaingan di kota ini. Bagi yang sanggup dan masih bertahan, bisa jadi kesanggupannya tersebut merupakan sebuah keterpaksaan atas keadaan. Keterpaksaan yang seringkali dijalani bukan untuk mencari kebahagiaan, namun hanya sekedar bertahan hidup.

Kembali ke keluarga kecil pemilik warteg yang telah banyak berjasa pada saya, saya hanya bisa berdoa dan berharap semoga nantinya mendapatkan rezeki yang banyak dan kondisi yang lebih baik di tempat baru. Aamiin.

Penuh Rasa Syukur di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Alhamdulillah, Maha Besar Allah dengan segala kuasanya. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa secara langsung menunaika...