Kamis, 30 Desember 2021
Selasa, 09 November 2021
Memori Dua Minggu di Jakarta Tahun 2008: Adu Nasib Tanpa Persiapan
Selasa, 24 Agustus 2021
Siswa Sekolah di Masa Pandemi
Ketika beberapa
kali keluar kosan dalam masa pandemi ini, saya sering melihat anak-anak kecil
usia sekolah SD yang sedang bergerombol bermain bersama. Mereka bermain
bersama pada jam-jam dimana mereka (jika tidak ada pandemi) seharusnya sedang
berada di dalam kelas untuk menerima pelajaran dari para pengajar. Dalam masa pandemi,
model pembelajaran secara tatap muka diliburkan dan diganti dengan proses
belajar daring dari rumah masing-masing. Sekolah dengan memanfaatkan gadget
baik handphone maupun laptop ini merupakan langkah keluar yang harus diambil
karena pertemuan fisik di sekolah masih dianggap rawan penyebaran covid. Ada beberapa
sisi positif yang menjadi dampak penerapan sekolah model daring ini. Pertama,
siswa lebih banyak waktu dengan keluarga. Kedua, tidak banyak biaya yang
dikeluarkan oleh para orang tua untuk membayar ongkos transportasi dan uang
jajan. Berikutnya, siswa jadi lebih mahir menggunakan teknologi informasi yang semakin
maju. Di sisi
lain, model pembelajaran daring juga membawa dampak negatif antara lain:
Siswa menjadi terkungkung di dalam rumah. Kedua, interaksi langsung antar
siswa menjadi berkurang. Interaksi langsung ini sangat penting bagi kemampuan
siswa dalam bersosialisasi. Selanjutnya, pembelajaran secara daring akan
berlangsung monoton karena siswa hanya berfokus pada gawai yang menjadi peralatan
utama dalam sesi belajar-mengajar. Berikutnya, pengawasan langsung guru
terhadap muridnya akan relatif berkurang karena suasana pembelajaran yang
berbeda dan keterbatasan peralatan untuk digunakan dalam mengawasi murid satu
persatu. Jika prokes
tidak dijalankan sedangkan anak-anak ini dibiarkan tetap bersosialisasi
dengan bergerombol, saya khawatir penyebaran virus ini akan terus berlanjut.
Maka dari itu, saya berharap para orang tua dan guru selalu mengajarkan dan
menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketaatan terhadap prokes kepada para
muridnya agar pandemi ini segera berakhir dan kita semua dapat beraktifitas
seperti sebelum adanya wabah ini. |
Pesona Keindahan Sore yang Istimewa di Engelberg
Blog kali ini merupakan
ekspresi kekaguman saya atas keindahan alam di sebuah kota kecil bernama
Engelberg, sebuah kota kecil dimana stasiun kereta untuk menuju ke puncak
Titlis berada. Sebagaimana ukuran kotanya, stasiun kereta di kota ini juga
berukuran kecil. Stasiun ini bukan berupa bangunan megah dan mewah, melainkan
bangunan fungsional yang mengutamakan fungsi.
Suasana di sekitar stasiun
Engelberg saat itu sangat sepi. Mungkin letak stasiun ini memang agak jauh
dari pemukiman warga jadi tidak banyak aktifitas warga yang saya lihat. Tidak
banyak mobilitas orang yang terlihat kecuali para turis yang menuju atau baru
balik dari puncak Titlis. Pemandangan serupa juga terlihat di jalan raya yang
tidak jauh dari stasiun. Saya sangat jarang melihat kendaraan yang melewati
jalan tersebut. Saya kurang tau aktifitas utama
warga di kota ini, tapi yang jelas kotanya sangat sepi. Tidak jauh dari
stasiun memang ada beberapa kafe, namun kafe tersebut terlihat seperti sedang
tutup. Suasana sepi dan tenang juga
saya lihat di sepanjang perjalanan kereta di wilayah Engelberg. Pada beberapa
titik, saya melihat rumah-rumah penduduk yang letaknya terpisah cukup jauh
dengan rumah penduduk yang lain. Bagi orang yang menyukai ketenangan dan
keheningan serta penghargaan terhadap privasi, pemukiman di kota Engelberg
ini akan sangat cocok. Namun buat warga desa seperti saya yang terbiasa guyub
dengan tetangga, pemukiman seperti di Engelberg sepertinya akan terasa membosankan. Kembali ke kesan saya terhadap
kota Engelberg, saya yang menyukai kedamaian dan ketenangan merasa sangat
beruntung pernah menikmati suasana sore di tempat seindah ini. Selain
pemandangannya yang indah, cuaca sore itu yang cerah dan udara yang sejuk
sungguh membuat saya merasakan kesyahduan yang sangat. Mungkin kota dan
stasiun ini hanya menjadi transit bagi turis yang akan menuju ke puncak Titlis,
namun bagi saya kota, stasiun serta semua atraksi yang disuguhkannya adalah
sebuah keistimewaan. |
Puncak Titlis Swiss, Sebuah Cerita dari 3.000 Meter di Atas Permukaan Laut
Swiss bagi saya merupakan negara yang sangat menakjubkan, utamanya pemandangan alamnya yang sangat indah. Di antara keindahan alam Swiss yang benar-benar saya kagumi adalah puncak Titlis.
Titlis merupakan salah satu puncak pada pegunungan Alpen yang berjarak sekitar 35 KM dari kota Luzern. Adapun ketinggian puncak Titlis mencapai 3.238m. Atraksi utama di lokasi wisata ini adalah puncak-puncak bersalju yang sungguh sangat indah. Suasananya bagi saya bagaikan berada di dunia lain dengan pegunungan tajam yang puncaknya didominasi oleh warna putih salju.
Perjalanan menuju ke puncak Titlis menggunakan kereta gantung dengan biaya sebesar 92 franc per orang. Biaya ini memang cukup besar jika dirupiahkan. Namun biaya sebanyak ini akan terbayar dengan sensasi naik kereta gantung dengan view yang luar biasa indah dengan cuaca yang cerah. Di sepanjang perjalanan dengan kereta gantung, bisa dilihat gugusan pegunungan yang menjulang tinggi serta lembah yang menghijau berupa padang rumput luas dengan sapi yang berkeliaran bebas. Semakin tinggi perjalanan cable car, pemandangan semakin menakjubkan. Semakin banyak juga terlihat tumpukan salju, saling berganti dengan sisi-sisi gunung yang berbatu keras dan tajam serta beberapa kali menembus awan. Benar-benar sensasi yang sangat luar biasa.
Perjalanan menuju ke puncak Titlis terbagi
menjadi dua bagian, yang pertama menggunakan cable car kecil yang dapat
memuat 4 penumpang. Para pengunjung Titlis tidak perlu berjejal atau berebutan di cable car ini, karena ada banyak sekali jumlahnya. Setiap cable car mempunyai
satu stiker bendera berbagai negara di seluruh dunia yang lumayan seru dipakai buat tebak-tebakan.
Di tengah-tengah perjalanan ke puncak, pengunjung
akan transit di salah satu stasiun untuk berganti kereta gantung ke ukuran
yang jauh lebih besar yang mampu menampung puluhan pengunjung. Kereta gantung
kedua ini bisa berputar 360 derajat yang memungkinkan pengunjung melihat dari
berbagai sisi. Agak ngeri-ngeri sedap saat saya menaiki kereta gantung kedua
ini karena jumlah yang naik sangat banyak sedangkan saya melihat kabel yang
menjadi titian berupa rangkaian tiga kabel yang tidak begitu besar.
Setelah total perjalanan selama lebih dari 30 menit, perjalanan cable car sampai di stasiun terakhir puncak Titlis. Di stasiun ini terdapat restoran, toko souvenir, toilet, hingga studio foto. Lantai atas stasiun ini terhubung dengan ruang terbuka yang dilengkapi dengan beberapa deret kursi. Di sini kami sempatkan untuk menikmati perbekalan kami. Makan siang di atas puncak Titlis ini merupakan pertama kalinya kami berkesempatan makan di atas ketinggian 3000m. Selepas makan, kami lanjut ke areal salju yang terhampar luas. Kami tunda dulu main saljunya untuk menuju ke anjungan pandang. Lokasi anjungan di puncak Titlis merupakan lokasi yang sangat strategis untuk menikmati pemandangan. Anjungan ini merupakan titik tertinggi yang bisa diakses oleh pengunjung. Dari sini pengunjung bisa melihat ke semua sudut, semua puncak bersalju dan bahkan jurang-jurang curam di di bawah puncak gunung.
Puncak Titlis saat itu diselimuti salju tebal. Kami pun bisa puas bermain-main dengan salju. Untuk mengabadikan momen ini, tak lupa kami pun berfoto dengan background salju. Sebagai informasi, salju ini licin dan membuat basah pakaian. Untuk dapat berjalan di atas salju, Sepatu yang dikenakan harus proper, jika tidak akan seperti sepatu saya yang akhirnya basah dan bau.
Setelah melewati hamparan salju, pengunjung akan
mendapati Jembatan gantung yang cukup panjang untuk akses ke dalam perut
gunung. Jembatan ini adalah jembatan yang akan menguji adrenalin kita, karena
lantai jembatan merupakan besi berrongga yang memunginkan kita untuk melihat
pemandangan jauh di bawah jembatan. Pemandangan di bawah jembatan besi
gantung ini bukanlah hamparan salju, melainkan jurang curam dengan formasi
bebatuan tajam. Sensasi melewati jembatan ini cukup mendebarkan karena saat berada di atas jembatan akan terasa adanya goncangan.
Setelah melewati jembatan gantung, pengunjung
bisa menikmati atraksi selanjutnya dari Puncak Titlis yakni sebuah terowongan yang menghubungkan salah satu sisi puncak Titlis dengan
stasiun kereta gantung. Terowongan ini memudahkan pengunjung untuk balik ke stasiun
tanpa melewati timbunan salju yang licin. Suhu dalam gua ini tidak kalah
dingin dingin dengan suhu di luar ruangan. Bahkan menurut saya jauh lebih
dingin di dalam gua ini karena dinding-dindingnya berupa es. Gua ini cukup
panjang dengan penerangan yang terbatas. Walaupun tidak mendapat pemandangan
puncak gunung, perjalanan melewati gua ini lebih aman untuk menuju kembali ke
stasiun, karena tidak harus melewati hamparan salju yang licin dan basah.
Setelah sampai di stasiun, kami kembali ke titik
areal terbuka untuk sekali lagi menikmati suasana dan pemandangan puncak Titlis.
Di areal ini kami bertemu, walaupun tidak berkomunikasi, dengan rombongn wisatawan
keluarga asal Indonesia. Melihat bekalnya yang berupa nasi goreng, ingin sekali
rasanya meminta sedikit porsi. Hahaha. Karena saya lihat makanan tersebut
tidak habis dimakan dan dimasukan kembali ke dalam wadah penyimpanan.
Sebenarnya tidak ada kata puas untuk menikmati view
yang luar biasa dramatis seperti di Puncak Titlis ini. Gugusan puncak pegunungan
Alpen yang berselimut salju, lembah hijau serta danau di kaki gunung
merupakan atraksi luar biasa yang ditawarkan oleh puncak Titlis. Paket wisata
lengkap semacam ini membuat Puncak Titlis menjadi salah satu lokasi wisata
yang paling berkesan bagi saya. |
Menikmati Keindahan Swiss dari Balik Jendela Kereta (Wisata)
Swiss merupakan salah satu tujuan utama wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk menikmati keindahan alamnya yang luar biasa. Untuk memudahkan turis dalam menikmati keindahan alam tersebut, berbagai macam sarana dan prasarana pendukung terlihat digarap dengan sangat serius.
Salah satu sarana yang sangat mendukung turisme di Swiss adalah moda transportasi berupa kereta. Ada dua jenis kereta yang sempat saya jajal, yakni kereta antar kota dan kereta wisata. Jika kereta antar kota melayani perjalanan jarak jauh, maka kereta wisata ini merupakan moda transportasi penghubung antar kota dalam jarak yang relatif dekat yang konsern utamanya adalah wisata. Dalam kesempatan kali ini, akan membahas moda transportasi kereta wisata.
Pada saat saya berkesempatan berkunjung ke Swiss, moda transportasi kereta wisata ini membuat saya kagum. Dari sisi tampilan, eksterior kereta ini sangat elegan, bersih dan menarik. Kereta ini juga mempunyai ukuran jendela kaca yang sangat besar sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan luar biasa pada saat melakukan perjalanan. Yang unik dari kereta di daerah wisata ini adalah bagian atas kereta yang dilengkapi jendela kaca tambahan. Dengan adanya jendela ini, penumpang bisa melihat pemandangan di atas kereta, contohnya pada saat kereta melewati pinggiran gunung atau memasuki terowongan. Tidak kalah dengan eksteriornya, interior kereta ini juga sangat memanjakan penumpang. Kebersihannya sangat terjaga, tidak terlihat bagian yang kusam di berbagai sudutnya. Bentuk kursinya juga sangat nyaman. Tidak hanya memanjakan penumpang, kereta ini juga dilengkapi dengan petunjuk dan peralatan keselamatan penumpang yang terpampang dengan jelas. Jelas sudah jika kereta ini tidak hanya mengunggulkan sisi atraksinya, namun juga faktor keselamatan penumpangnya.
Sebagian besar kereta di Swiss menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya. Dengan demikian, laju kereta menjadi sangat halus dan tidak terdengar bunyi mesin yang nyaring. Deru mesin masih terdengar halus walaupun kereta memasuki jalur ekstrim pendakian ke ketinggian.
Pemandangan favorit saya saat menaiki kereta wisata di Swiss adalah pada jalur Luzern menuju ke Engelberg dan sebaliknya. Dalam perjalanan ini saya sungguh kagum atas keindahan alam Swiss yakni perpaduan antara pegunungan, danau yang jernih dan luas serta kawasan pemukiman yang tertata rapi dan terlihat permai. Pemandangan ini juga ditambah dengan rimbunnya pepohonan di pegunungan serta langit yang sangat cerah saat itu.
Kebetulan
saat itu penumpang kereta tidak terlalu banyak. Dengan demikian banyak kursi
kosong di gerbong saya. Saya bisa leluasa berpindah dari satu sisi ke sisi
yang lain untuk dapat menikmati pemandangan dari ke dua sisi kereta. Saya
sungguh merasa beruntung dapat kesempatan menjajal kereta ini.
Durasi perjalanan kereta Luzern - Engelberg ini berlangsung cukup lama dengan laju kecepatan sedang. Laju kecepatan ini memungkinkan penumpang untuk menikmati pemandangan hingga puas. Karena apabila laju kereta terlalu cepat, maka durasi pemandangan pada suatu tempat akan menjadi lebih singkat. Dalam perjalanannya, kereta ini berhenti di beberapa stasiun kecil. Ada satu stasiun yang bagi saya mempunyai pemandangan yang luar biasa yakni Stasiun Sachseln. Istimewanya stasiun ini adalah lokasinya yang berada di tepi danau yang luas dan bersih dengan latar belakang pemandangan pegunungan menghijau.
Selain interior,
eksterior serta jalur relnya, kereta di Swiss juga unggul dari sisi ketepatan
waktu dan pengaturan jadwal. Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta terpampang
dengan jelas di papan pengumuman. Dengan adanya papan informasi ini calon
penumpang dapat dengan mudah menemukan kereta dan platform atau jalur keberangkatan
keretanya. Selanjutnya, kereta ini sangat tepat waktu, baik jadwal
keberangkatan dan kedatangannya. Dengan jadwal yang tepat, penumpang dapat
mengandalkannya dalam menyusun rencana perjalanan. Selain itu, interval atau
jarak keberangkatan kereta juga cukup baik. Tidak terlalu lama maupun tidak
terlalu singkat. Dengan demikian calon penumpang yang akan melakukan perjalan
bisa memilih jadwal kereta sesuai dengan keinginannya. |
Penuh Rasa Syukur di Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Alhamdulillah, Maha Besar Allah dengan segala kuasanya. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa secara langsung menunaika...
-
Saya cukup gembira melihat bahwa kini masyarakat pedesaan bisa memanfaatkan peluang bisnis di daerahnya sendiri. Salah satu model peluan...
-
Sulawesi Tenggara menyimpan banyak lokasi wisata yang masih belum dieksplorasi oleh para pencinta alam. Salah satunya adalah Pulau Laben...
-
Sejak duduk di bangku sekolah tingkat dasar, aku telah tertarik dengan dunia sejarah. Dengan mempelajari sejarah aku dapat membayangkan kej...























